Tim kami memiliki lebih dari 7.000.000 trader!
Setiap harinya kami bekerja sama untuk meningkatkan trading. Kami memperoleh hasil tinggi dan terus bergerak maju.
Pengakuan dari jutaan trader diseluruh dunia merupakan apresiasi terbaik dari kerja kami! Anda membuat pilihan anda dan kami akan melakukan semua yang dibutuhkan untuk memenuhi ekspektasi anda!
We are a great team together!
InstaSpot. Bangga bekerja bersama anda!
Seorang Aktor, juara 6 turnamen UFC dan pahlawan sesungguhnya!
Pria yang berhasil. Pria yang berusaha keras.
Rahasia dibalik kesuksesan Taktarov adalah pergerakan konstan menuju target.
Tunjukkan seluruh sisi dari bakat anda!
Temukan, coba, gagal - namun jangan pernah berhenti!
InstaSpot. Cerita sukses anda dimulai disini!
Emas kembali stabil untuk hari kedua berturut-turut, menguat kembali ke level $4.700 per ounce setelah tekanan jual.
Kemarin, harga logam mulia mengalami tekanan setelah data inflasi Amerika Serikat dirilis, yang membuat pasar bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Laporan tersebut menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen AS meningkat 0,6% pada bulan April, peningkatan terbesar sejak tahun 2023, sementara pendapatan riil masyarakat Amerika menurun untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, di mana inflasi telah menggerus pertumbuhan pendapatan nominal.
Pasar bereaksi dengan cepat: kini pasar berjangka memperkirakan lebih dari 40% kemungkinan Federal Reserve akan meningkatkan suku bunga pada akhir tahun, sedangkan di akhir April peluang tersebut hampir tidak ada. Imbal hasil obligasi AS semakin tinggi karena investor meminta imbalan yang lebih besar untuk memegang obligasi di tengah tekanan inflasi yang bertahan akibat harga energi.
Secara umum, harga emas seharusnya terdampak negatif: secara historis, kenaikan suku bunga cenderung berpengaruh buruk terhadap logam ini karena tidak memberikan bunga. Namun, penurunan yang terjadi sebenarnya masih relatif kecil—dan ini bukan tanpa alasan. Permintaan, terutama dari bank sentral, merupakan faktor utama yang mendukung perilaku ini, di mana mereka terus berupaya meningkatkan cadangannya secara agresif.
Tambahan masalah bagi pasar kemarin muncul dari India, yang merupakan pembeli emas terbesar kedua di dunia. Pemerintah negara itu lebih dari dua kali lipat meningkatkan tarif bea masuk untuk emas dan perak, dari 6% menjadi sekitar 15%. Kebijakan ini diambil sebagai upaya untuk menjaga nilai tukar rupee dan meningkatkan cadangan devisa. Harga perak sendiri hampir tidak berubah, diperdagangkan sekitar $86,47 per ounce—meningkat 17% sejak awal Mei. Sementara itu, platinum dan paladium justru mengalami penurunan.
Dengan demikian, emas berada dalam kondisi yang tidak stabil, dipengaruhi oleh berbagai faktor: potensi pengetatan kebijakan moneter oleh AS, langkah proteksionis dari salah satu konsumen utama, serta ketidakpastian di pasar energi. Meskipun demikian, saat ini emas menunjukkan daya tahan yang patut untuk dicermati, sehingga kemungkinan untuk kembali ke tren bullish dalam waktu dekat masih ada.
Melihat situasi teknikal saat ini, pembeli emas perlu merebut kembali level resistensi terdekat di $4. 708. Jika berhasil melewati level ini, jalan menuju target $4. 771 akan terbuka, meskipun mungkin akan sulit dicapai. Target selanjutnya berada di kisaran $4. 835. Jika harga emas mengalami penurunan, pihak bearish akan berusaha untuk mengambil alih level $4. 656. Jika ini berhasil, tembusnya kisaran ini akan menjadi tantangan serius bagi posisi bullish dan bisa menyebabkan emas turun ke area terendah $4. 607, dengan kemungkinan berlanjut hingga $4. 546.
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.
Tinjauan analitis InstaSpot akan membuat Anda menyadari sepenuhnya tren pasar! Sebagai klien InstaSpot, Anda dilengkapi dengan sejumlah besar layanan gratis untuk trading yang efisien.