Tim kami memiliki lebih dari 7.000.000 trader!
Setiap harinya kami bekerja sama untuk meningkatkan trading. Kami memperoleh hasil tinggi dan terus bergerak maju.
Pengakuan dari jutaan trader diseluruh dunia merupakan apresiasi terbaik dari kerja kami! Anda membuat pilihan anda dan kami akan melakukan semua yang dibutuhkan untuk memenuhi ekspektasi anda!
We are a great team together!
InstaSpot. Bangga bekerja bersama anda!
Seorang Aktor, juara 6 turnamen UFC dan pahlawan sesungguhnya!
Pria yang berhasil. Pria yang berusaha keras.
Rahasia dibalik kesuksesan Taktarov adalah pergerakan konstan menuju target.
Tunjukkan seluruh sisi dari bakat anda!
Temukan, coba, gagal - namun jangan pernah berhenti!
InstaSpot. Cerita sukses anda dimulai disini!
Pasangan mata uang EUR/USD kembali bergerak naik pada hari Senin, meskipun tidak ada rilis laporan makroekonomi maupun peristiwa fundamental yang dijadwalkan pada hari itu. Dengan demikian, para trader kembali melanjutkan pembelian EUR/USD sejak pagi. Pada timeframe 4 jam, pergerakan naik ini terlihat cukup mengesankan, namun pada grafik harian tampak jelas bahwa jika ini adalah awal dari gelombang baru tren naik global, kita masih berada pada fase sangat awal. Karena itu, kami memperkirakan penguatan mata uang Eropa akan berlanjut dalam jangka menengah.
Saat ini banyak para analis dan trader mempertanyakan mengapa dolar AS melemah. Kami telah membahas pertanyaan ini sepanjang 2026. Meskipun dolar cukup diminati selama sebagian besar tahun berjalan, bahkan trader pemula pun memahami alasan di baliknya. Di awal tahun, Donald Trump tidak menemukan cara yang lebih baik untuk mengalihkan perhatian dari "Epstein files" selain memulai perang dengan Iran. Tiba-tiba muncul narasi bahwa Iran sewaktu-waktu bisa melancarkan serangan nuklir terhadap AS, sehingga ancaman nuklir tersebut harus segera disingkirkan. Inilah yang menjadi fokus Trump pada akhir Februari tahun ini. Hingga Agustus 2026, Amerika belum berhasil mencapai satu pun dari tujuan yang dicanangkannya di Timur Tengah, dan agresi militer Trump sejauh ini hanya berujung pada blokade Selat Hormuz.
Dolar AS, yang mengawali tahun dengan kembali melemah hingga menyentuh kembali level terendah empat tahun, tiba-tiba mulai menguat tajam. Tentu saja, hampir mustahil untuk memprediksi bahwa Trump akan memulai perang skala penuh, mengingat tahun lalu ia memosisikan diri sebagai tokoh pendamai utama abad ke-21. Karena itu, penguatan dolar tersebut bersifat tak terduga. Meski demikian, para investor mulai mengamankan modal mereka dan menarik aset dari kawasan Timur Tengah. Inilah alasan mengapa dolar menunjukkan kenaikan yang sebetulnya tidak semestinya terjadi.
Hingga pertengahan musim panas, pasar masih terus membeli dolar AS, tetapi dengan alasan yang berbeda. Perang yang dipicu Trump memicu krisis minyak global dan mendorong kenaikan harga. Inflasi meningkat, sehingga tugas mengendalikannya pun dibebankan kepada Federal Reserve. Satu-satunya cara untuk mengendalikannya adalah dengan menaikkan suku bunga acuan dan memperlambat perekonomian. Namun, perekonomian sudah mulai melambat pada kuartal kedua bahkan tanpa campur tangan The Fed, dan pasar tenaga kerja telah mengalami pelemahan selama empat bulan berturut-turut. Dengan demikian, pasar sepenuhnya mengabaikan dua hal. Pertama, The Fed kini dipimpin oleh Kevin Warsh, yang diangkat Trump untuk memengaruhi kebijakan moneter. Kedua, inflasi tinggi tidak serta-merta berarti The Fed akan segera memperketat kebijakan. Perekonomian tengah melambat, dan pasar tenaga kerja sedang mengalami tekanan berat, sehingga langkah pengetatan tidak masuk dalam agenda saat ini. Jika pasar tenaga kerja tidak mulai pulih, maka tidak akan ada pengetatan. Namun bagaimana pasar tenaga kerja bisa mulai pulih jika yang dibutuhkan justru penurunan suku bunga acuan? Situasinya buntu, dan dalam kondisi seperti ini, kecil kemungkinan The Fed akan mengetatkan kebijakan. Pasar sebelumnya sangat mengharapkan pengetatan pada 2026, namun peluang itu kini tampaknya sangat kecil.
Rata-rata volatilitas pasangan mata uang EUR/USD selama lima hari trading terakhir per 18 Agustus adalah 41 pip, yang dikategorikan sebagai "rendah." Kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak di antara 1,1544 dan 1,1626 pada hari Selasa. Kanal regresi linear bagian atas mengarah ke bawah, yang mengindikasikan berlanjutnya tren penurunan. Indikator CCI kembali memasuki wilayah overbought, memberi sinyal potensi koreksi turun.
Pasangan EUR/USD mempertahankan tren naik pada time frame 4 jam, yang mengindikasikan dimulainya fase baru dari tren naik global pada kerangka waktu yang lebih tinggi. Latar belakang fundamental global untuk dolar tetap negatif. Namun, pada 2026, baik faktor geopolitik maupun sikap hawkish The Fed telah memberikan dukungan signifikan bagi mata uang AS. Saat ini, faktor-faktor tersebut tidak lagi menopang dolar.
Dengan harga yang berada di bawah rata-rata pergerakan, posisi jual dapat dipertimbangkan dengan target di 1,1505 dan 1,1475. Posisi beli tetap relevan jika harga berada di atas garis moving average dengan target 1,1597 dan 1,1627.
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.
Tinjauan analitis InstaSpot akan membuat Anda menyadari sepenuhnya tren pasar! Sebagai klien InstaSpot, Anda dilengkapi dengan sejumlah besar layanan gratis untuk trading yang efisien.