Tim kami memiliki lebih dari 7.000.000 trader!
Setiap harinya kami bekerja sama untuk meningkatkan trading. Kami memperoleh hasil tinggi dan terus bergerak maju.
Pengakuan dari jutaan trader diseluruh dunia merupakan apresiasi terbaik dari kerja kami! Anda membuat pilihan anda dan kami akan melakukan semua yang dibutuhkan untuk memenuhi ekspektasi anda!
We are a great team together!
InstaSpot. Bangga bekerja bersama anda!
Seorang Aktor, juara 6 turnamen UFC dan pahlawan sesungguhnya!
Pria yang berhasil. Pria yang berusaha keras.
Rahasia dibalik kesuksesan Taktarov adalah pergerakan konstan menuju target.
Tunjukkan seluruh sisi dari bakat anda!
Temukan, coba, gagal - namun jangan pernah berhenti!
InstaSpot. Cerita sukses anda dimulai disini!
Harga acuan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melanjutkan kenaikannya kemarin dan mencetak level tertinggi baru untuk bulan September hari ini. Setelah koreksi singkat, harga tampak siap melanjutkan tren naik di tengah memanasnya ketegangan antara AS dan Iran.
Dalam perkembangan terbaru krisis di Timur Tengah, pasukan AS menyerang posisi Islamic Revolutionary Guard Corps sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz dan aksi-aksi terhadap personel AS di kawasan tersebut. Iran, pada gilirannya, melaporkan serangan misil dan drone skala besar terhadap sasaran AS di Yordania dan UEA. Situasi ini menyoroti meningkatnya risiko terhadap pelayaran komersial di area tersebut dan memicu kekhawatiran pasokan, yang menjadi faktor pendukung kenaikan harga minyak.
Ketegangan AS–Iran menegaskan rapuhnya kesepakatan energi yang ada. Strategist TD Securities mencatat bahwa eskalasi terbaru ini menjadi pengingat tegas betapa rentannya setiap perjanjian atau nota kesepahaman yang sudah terjalin. Mereka menekankan bahwa konfrontasi yang kembali mengemuka ini membuka berbagai kerentanan dalam pengaturan saat ini di sekitar titik-titik kritis jalur energi, dan meskipun terdapat peningkatan arus melalui koridor yang didukung AS, episode ini tetap menyisakan pertanyaan mengenai keberadaan risk premium di pasar energi.
Selain itu, keputusan Rusia pada hari Minggu untuk memperpanjang larangan ekspor diesel hingga 30 September telah meningkatkan kekhawatiran terkait pasokan produk olahan, yang juga menambah tekanan kenaikan pada harga minyak. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa minyak yang dialokasikan dalam kesepakatan terbaru dengan Venezuela akan digunakan untuk mengisi kembali Strategic Petroleum Reserve. Hal ini membuat waktu dan skala tambahan pasokan dari kesepakatan Venezuela menjadi tidak pasti, sehingga semakin memperkuat pandangan konstruktif terhadap prospek harga minyak.
Dari sisi teknikal, setelah menembus ke atas simple moving average (SMA) 100 hari dan level psikologis US$87,00, minyak mentah acuan AS WTI mempertahankan bias bullish. Koreksi kembali ke area-area support tersebut diperkirakan akan dimanfaatkan pembeli untuk masuk. Resistance berada di sekitar level psikologis US$91,00, dengan level tertinggi bulan Juli menjadi hambatan berikutnya yang lebih jauh. Indikator oscillator juga berada di area positif, mengonfirmasi keunggulan pihak bullish di pasar. Dengan demikian, jalur dengan hambatan paling rendah masih mengarah ke atas, dan setiap koreksi sebaiknya dipandang sebagai peluang beli.
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.
Tinjauan analitis InstaSpot akan membuat Anda menyadari sepenuhnya tren pasar! Sebagai klien InstaSpot, Anda dilengkapi dengan sejumlah besar layanan gratis untuk trading yang efisien.