Legenda tim InstaSpot!
Legenda! Anda pikir legenda adalah retorika yang bombastis? Lalu, bagaimana menyebut seorang pria, seorang Asia pertama yang memenangkan kejuaraan catur dunia junior pada usia 18 tahun, dan yang menjadi Grandmaster India pertama pada usia 19 tahun? Itulah awal perjalanan yang sulit dalam meraih gelar Juara Dunia bagi Viswanathan Anand, pria yang menjadi bagian dari sejarah catur untuk selamanya. Sekarang, satu lagi legenda masuk ke dalam tim InstaSpot!
Borussia merupakan salah satu klub sepakbola paling terkenal di Jerman, yang telah berulang kali membuktikan pada para penggemarnya: semangat kompetisi dan kepemimpinan pasti akan mengarah pada kesuksesan. Lakukan trading dengan cara yang sama seperti para profesional olahraga: percaya diri dan aktif. Gunakan "kunci" dari Borussia FC dan jadilah yang terdepan bersama InstaSpot!
Pada hari Jumat lalu, indeks saham berakhir bervariasi. S&P 500 naik 0,11%, sementara Nasdaq 100 turun 0,35%. Dow Jones Industrial Average melemah 0,56%.
Hari ini, indeks pasar negara berkembang anjlok seiring meningkatnya eskalasi di Timur Tengah setelah gagalnya perundingan damai yang mengikis selera risiko. Para investor yang hingga kemarin masih mempertimbangkan untuk mengalokasikan dana ke aset berisiko kini dengan cepat menarik modal, karena khawatir konflik akan terus memburuk. Harga minyak, sebaliknya, terus merangkak naik, tetapi hal ini tidak mampu menutup kerugian yang lebih luas di pasar saham.
Indeks MSCI Emerging Markets turun 1,2% pada sesi perdagangan Asia, tertekan oleh saham-saham teknologi, termasuk Samsung Electronics Co. dan Tencent Holdings Ltd. Mata uang regional umumnya melemah terhadap dolar: rupee India dan rand Afrika Selatan masing-masing turun lebih dari 0,7%. Forint Hungaria berkinerja lebih baik setelah kemenangan meyakinkan kubu oposisi pro-Uni Eropa. Obligasi pemerintah global juga melemah akibat gagalnya pembicaraan, sehingga memperkuat kekhawatiran inflasi.
Seperti disebutkan di atas, lonjakan tajam harga minyak — kembali menembus level $100/barel setelah Presiden Donald Trump memerintahkan blokade Selat Hormuz — memicu kekhawatiran inflasi bagi negara-negara pengimpor minyak, terutama di Asia. Eskalasi ini menghentikan pemulihan aset pasar negara berkembang yang sebelumnya terdorong oleh harapan gencatan senjata pada pekan lalu.
Terkait inflasi, data terbaru AS untuk bulan Maret sedikit di bawah prediksi para ekonom, dengan kenaikan bulanan sebesar 0,9%. Inflasi inti bahkan lebih lemah dari yang diharapkan, tetap berada pada tingkat yang relatif dapat diterima oleh Federal Reserve. Laju tahunan naik tipis dari 2,5% menjadi 2,6%, dibandingkan konsensus 2,7%. Angka-angka ini menjadi bahan pertimbangan bagi The Fed. Di satu sisi, data tersebut mengonfirmasi bahwa upaya sebelumnya untuk menahan laju kenaikan harga mulai menunjukkan hasil secara bertahap. Di sisi lain, inflasi masih berada di atas target 2% The Fed, yang berarti jalan menuju stabilitas harga sepenuhnya belum jelas. Para ekonom akan terus mencermati setiap rilis data baru untuk mencari tanda-tanda kapan otoritas moneter mungkin siap melonggarkan kebijakan.
Untuk gambaran teknikal S&P 500, tugas utama bagi pembeli hari ini adalah menembus level resistance terdekat di $6.784. Hal itu akan membantu indeks ini mendapatkan momentum kenaikan dan dapat membuka jalan bagi dorongan naik menuju $6.801. Sama pentingnya bagi kubu bullish adalah mempertahankan kontrol di atas $6.819, yang akan memperkuat posisi pembeli. Jika terjadi pergerakan turun di tengah menurunnya selera risiko, pembeli harus mempertahankan diri di sekitar $6.769. Breakout ke bawah level tersebut akan dengan cepat mendorong instrumen ini kembali ke $6.756 dan membuka jalan menuju $6.743.
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.
Tinjauan analitis InstaSpot akan membuat Anda menyadari sepenuhnya tren pasar! Sebagai klien InstaSpot, Anda dilengkapi dengan sejumlah besar layanan gratis untuk trading yang efisien.