Legenda tim InstaSpot!
Legenda! Anda pikir legenda adalah retorika yang bombastis? Lalu, bagaimana menyebut seorang pria, seorang Asia pertama yang memenangkan kejuaraan catur dunia junior pada usia 18 tahun, dan yang menjadi Grandmaster India pertama pada usia 19 tahun? Itulah awal perjalanan yang sulit dalam meraih gelar Juara Dunia bagi Viswanathan Anand, pria yang menjadi bagian dari sejarah catur untuk selamanya. Sekarang, satu lagi legenda masuk ke dalam tim InstaSpot!
Borussia merupakan salah satu klub sepakbola paling terkenal di Jerman, yang telah berulang kali membuktikan pada para penggemarnya: semangat kompetisi dan kepemimpinan pasti akan mengarah pada kesuksesan. Lakukan trading dengan cara yang sama seperti para profesional olahraga: percaya diri dan aktif. Gunakan "kunci" dari Borussia FC dan jadilah yang terdepan bersama InstaSpot!
Para investor mungkin punya alasan yang kuat untuk berharap suku bunga naik. Dan ini bukan paradoks yang dibuat-buat. Dalam lima belas tahun terakhir, pertanyaan utama bagi pasar bukan lagi apa yang terjadi di perekonomian, melainkan bagaimana Fed akan menafsirkannya. Bahkan kabar baik, seperti pertumbuhan lapangan kerja yang kuat, bisa berubah menjadi lempar koin antara harga saham turun atau naik jika hal itu meningkatkan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter. S&P 500 turun untuk kelima kalinya dalam tujuh hari terakhir seiring imbal hasil Treasury naik ke level tertinggi sejak 2007 menjelang keputusan Federal Reserve, yang oleh para trader dianggap hampir pasti.
Persaingan memperebutkan uang investor meningkat tajam. Setelah beberapa dekade imbal hasil mendekati nol, obligasi kini menawarkan imbal hasil bebas risiko sekitar 5%, memaksa saham untuk membuktikan lewat kinerjanya bahwa investasi di dalamnya pantas menanggung risiko. Saham masih mampu berkinerja baik meski imbal hasil lebih tinggi karena tekanan dari kenaikan imbal hasil diimbangi oleh pertumbuhan laba yang stabil. Namun, keseimbangan ini bisa makin sulit dipertahankan jika biaya pinjaman terus meningkat.
Risiko Utama bagi Pasar Saham
Survei fund manager Bank of America untuk bulan September mengonfirmasi meningkatnya sikap kehati-hatian. Posisi net overweight pada ekuitas global turun menjadi 49% dari 56% sebulan sebelumnya, porsi kas dalam portofolio sedikit meningkat, dan untuk pertama kalinya, risiko ekor terbesar yang diidentifikasi bukan lagi gelembung kecerdasan buatan, melainkan kenaikan imbal hasil Treasury yang tidak teratur. Dan itu terjadi sebelum imbal hasil Treasury 10 tahun menembus level 5% yang penting secara psikologis.
Namun demikian, ketahanan S&P 500, yang telah naik 10,7% sejak awal tahun meskipun terjadi kenaikan imbal hasil sebesar 80 basis poin dan lonjakan harga minyak sebesar 65%, patut diperhatikan. Kelipatan valuasi memang turun jauh lebih besar dari biasanya, tetapi harga saham bertahan jauh lebih baik dibandingkan pada episode sebelumnya dengan kontraksi valuasi serupa. Hal ini ditopang oleh kenaikan proyeksi laba yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang sebagian besar didorong oleh investasi di AI. Kekhawatirannya berbeda: jika imbal hasil terus naik bukan hanya karena penurunan kelipatan valuasi, tetapi karena The Fed pada akhirnya justru memperlambat booming AI itu sendiri, proyeksi laba tersebut bisa gagal terwujud.
S&P 500 dan Dinamika P/E
Perbedaan pandangan di Wall Street juga cukup signifikan. Wells Fargo menurunkan target S&P 500 menjadi 7.700 dari 7.950, dengan alasan perlambatan yang tak terhindarkan dalam siklus pertumbuhan laba selama satu dekade terakhir serta meningkatnya risiko di sektor teknologi. Sementara itu, Bank of America dan Tallbacken Capital Advisors justru menaikkan target mereka, mengikuti JPMorgan dan Yardeni Research, yang telah merevisi naik proyeksi mereka pada Agustus.
Dari perspektif teknikal, S&P 500 saat ini bergerak dalam kanal menurun pada grafik harian. Penembusan ke bawah batas bawah kanal di sekitar 7.560 akan memberikan peluang untuk menambah posisi jual yang sudah dibuka sebelumnya. Sebaliknya, pantulan dari area tersebut atau ketidakmampuan pihak bearish untuk melancarkan serangan dapat menjadi alasan untuk kembali membuka posisi beli pada indeks saham luas ini.
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.
Tinjauan analitis InstaSpot akan membuat Anda menyadari sepenuhnya tren pasar! Sebagai klien InstaSpot, Anda dilengkapi dengan sejumlah besar layanan gratis untuk trading yang efisien.