Tim kami memiliki lebih dari 7.000.000 trader!
Setiap harinya kami bekerja sama untuk meningkatkan trading. Kami memperoleh hasil tinggi dan terus bergerak maju.
Pengakuan dari jutaan trader diseluruh dunia merupakan apresiasi terbaik dari kerja kami! Anda membuat pilihan anda dan kami akan melakukan semua yang dibutuhkan untuk memenuhi ekspektasi anda!
We are a great team together!
InstaSpot. Bangga bekerja bersama anda!
Seorang Aktor, juara 6 turnamen UFC dan pahlawan sesungguhnya!
Pria yang berhasil. Pria yang berusaha keras.
Rahasia dibalik kesuksesan Taktarov adalah pergerakan konstan menuju target.
Tunjukkan seluruh sisi dari bakat anda!
Temukan, coba, gagal - namun jangan pernah berhenti!
InstaSpot. Cerita sukses anda dimulai disini!
Pasangan mata uang GBP/USD melanjutkan pergerakan naiknya pada hari Senin, tetapi seperti yang telah kami peringatkan, volatilitasnya rendah. Pada hari perdagangan pertama di awal minggu ini, tidak ada peristiwa geopolitik, makroekonomi, atau fundamental penting. Pasar masih melanjutkan momentum pembelian mata uang AS, yang menjelaskan penguatan tipis pada pound.
Namun, minggu ini para trader akan menghadapi cukup banyak rilis data penting dari Inggris. Beberapa laporan berpotensi memengaruhi prospek masa depan mata uang Inggris. Yang terpenting adalah data inflasi yang akan dirilis pada hari Rabu. Laporan ini akan menjawab pertanyaan apakah Bank of England dapat mengetatkan kebijakan moneter dalam waktu dekat. Perlu diingat bahwa pasar belakangan ini mempertimbangkan dua hal. Pertama, Andrew Bailey sudah memperingatkan pada musim semi bahwa inflasi di Inggris mungkin meningkat pada paruh kedua tahun 2026. Kedua, BoE pada pertemuan terakhirnya menyatakan bahwa pengetatan kecil kemungkinan dilakukan dengan kondisi data makroekonomi saat ini. Jadi, agar probabilitas kenaikan suku bunga meningkat, inflasi perlu mengalami percepatan.
Menurut prediksi, Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan Juli diperkirakan berada di kisaran 2,9–3,0%. Sementara itu, inflasi inti berpotensi melambat ke 2,5%. Mana di antara indikator ini yang lebih penting? Menurut kami, angka inti, yang mungkin justru menunjukkan kenaikan, bersifat krusial. Bukan kenaikan besar, jika merujuk pada proyeksi, tetapi tetap kenaikan. Jika Selat Hormuz tetap terblokir, inflasi mungkin dengan mudah naik hingga 3,5%. Level tersebut akan mengisyaratkan intervensi bernada "hawkish" dari BoE.
Dengan demikian, laporan inflasi pada hari Rabu secara tepat menjadi laporan terpenting minggu ini, setidaknya bagi pasangan GBP/USD. Menurut pandangan kami, pound, seperti halnya euro, seharusnya tetap melanjutkan penguatannya terlepas dari latar belakang fundamental dan makroekonomi. Hampir semua faktor global saat ini tidak mendukung dolar. Karena itu, tingkat inflasi spesifik untuk Juli di Inggris sebenarnya tidak terlalu menentukan. Dolar mungkin terus melemah didorong oleh faktor teknikal (pergerakan dalam channel mendatar pada time frame harian dari batas bawah ke batas atas), faktor geopolitik (situasi di Timur Tengah tidak memburuk dan wilayah konflik tidak meluas), faktor makroekonomi (semua laporan paling penting di AS belakangan ini mengecewakan), serta faktor fundamental (probabilitas Federal Reserve untuk memperketat kebijakan moneternya dalam waktu dekat turun tajam).
Menjelang akhir tahun, kami memperkirakan bahwa pasangan GBP/USD akan kembali ke level tertinggi empat tahun terakhir, di sekitar area 39, dan mungkin juga menembus level tersebut. Pasangan GBP/USD telah terkoreksi dalam tren naik jangka panjang selama lebih dari satu tahun, sehingga sekarang adalah saat yang tepat untuk mulai memikirkan kelanjutan tren tersebut. Dolar telah memanfaatkan semua faktor pendorong penguatannya pada tahun 2026.
Rata-rata volatilitas pasangan GBP/USD selama lima hari perdagangan terakhir per 18 Agustus sebesar 48 pip. Untuk pasangan pound/dolar, nilai ini dianggap "rendah." Dengan demikian, pada Selasa, 18 Agustus, kami memperkirakan pergerakan dalam kisaran yang dibatasi oleh 1,3506 dan 1,3602. Channel regresi linear yang atas mengarah ke bawah, menunjukkan tren menurun. Indikator CCI telah memasuki area overbought untuk ketiga kalinya, sekali lagi memberikan sinyal kemungkinan koreksi.
Pasangan mata uang GBP/USD mempertahankan tren naiknya. Kebijakan Donald Trump akan terus memberikan tekanan pada perekonomian AS, sehingga kami tidak memperkirakan pertumbuhan jangka panjang untuk dolar AS. Tahun 2026 telah sangat positif bagi dolar karena faktor geopolitik, tetapi setiap dongeng pada akhirnya akan berakhir. Sebuah kisaran masih bertahan pada timeframe mingguan antara level 1,3150 dan 1,3780 di dalam tren naik empat tahun, yang mendukung ekspektasi berlanjutnya penguatan mata uang Inggris dalam jangka menengah. Posisi beli dengan target di 1,3602 dan 1,3611 dapat dipertimbangkan ketika harga berada di atas moving average. Jika harga berada di bawah garis moving average, posisi jual dapat dipertimbangkan dengan target di 1,3428 dan 1,3367.
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.
Tinjauan analitis InstaSpot akan membuat Anda menyadari sepenuhnya tren pasar! Sebagai klien InstaSpot, Anda dilengkapi dengan sejumlah besar layanan gratis untuk trading yang efisien.