Legenda tim InstaSpot!
Legenda! Anda pikir legenda adalah retorika yang bombastis? Lalu, bagaimana menyebut seorang pria, seorang Asia pertama yang memenangkan kejuaraan catur dunia junior pada usia 18 tahun, dan yang menjadi Grandmaster India pertama pada usia 19 tahun? Itulah awal perjalanan yang sulit dalam meraih gelar Juara Dunia bagi Viswanathan Anand, pria yang menjadi bagian dari sejarah catur untuk selamanya. Sekarang, satu lagi legenda masuk ke dalam tim InstaSpot!
Borussia merupakan salah satu klub sepakbola paling terkenal di Jerman, yang telah berulang kali membuktikan pada para penggemarnya: semangat kompetisi dan kepemimpinan pasti akan mengarah pada kesuksesan. Lakukan trading dengan cara yang sama seperti para profesional olahraga: percaya diri dan aktif. Gunakan "kunci" dari Borussia FC dan jadilah yang terdepan bersama InstaSpot!
Emas (XAU/USD) mencapai level tertinggi mingguan baru tadi pagi, tetapi gagal mempertahankan momentum kenaikannya dan masih bergerak di bawah level $4.100. Terlepas dari konfrontasi militer yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran, pelaku pasar tetap memperkirakan akan ada penyelesaian secara diplomatik, terutama setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Washington masih membuka diri untuk bernegosiasi dengan Teheran. Hal ini mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang secara tradisional menjadi salah satu faktor utama penopang harga emas.
Pada saat yang sama, para investor tetap khawatir terhadap tekanan inflasi yang bersumber dari kenaikan harga energi, yang dapat mendorong Federal Reserve mempertahankan sikap kebijakan moneter yang ketat, sehingga mendukung penguatan dolar AS. Ketidakpastian tambahan muncul dari pembatasan pengiriman melalui Selat Hormuz, yang telah menyebabkan gangguan signifikan terhadap pasokan minyak global. Situasi ini semakin diperburuk oleh pernyataan dari gerakan Houthi yang didukung Iran di Yaman, yang mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Kondisi tersebut berpotensi terus menopang harga minyak, memperkuat ekspektasi inflasi, dan meningkatkan spekulasi bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Menurut CME Group FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan sekitar 83% kemungkinan akan ada satu kali lagi kenaikan suku bunga Federal Reserve sebelum akhir tahun. Prospek ini mendukung pandangan bullish jangka pendek terhadap dolar AS dan menjadi alasan untuk tetap berhati-hati sebelum membuka posisi beli agresif di emas.
Pada saat yang sama, eskalasi ketegangan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran semakin memperkuat daya tarik dolar AS sebagai mata uang safe haven, sehingga membatasi ruang kenaikan harga emas.
Laporan menyebutkan bahwa pasukan AS telah melakukan serangan terhadap Iran selama sepuluh malam berturut-turut, sementara Gedung Putih menyatakan bahwa operasi tersebut akan berlanjut hingga Presiden Donald Trump memutuskan sebaliknya. Sebagai respons, Iran mengumumkan serangan terhadap pangkalan militer AS dan infrastruktur sekutu di Teluk Persia. Hal ini meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas, yang pada gilirannya dapat memberikan dukungan tambahan bagi dolar AS.
Dari sudut pandang teknikal, pihak pembeli berupaya menembus dan mengonfirmasi pergerakan di atas Simple Moving Average (SMA) 20 hari, yang akan membantu meredakan tekanan bearish saat ini. Namun, untuk sepenuhnya kembali menguasai pasar, mereka juga harus menembus SMA 200 hari. Support awal berada di area psikologis $4.000, diikuti oleh $3.960 dan level terendah tahun ini. Indikator momentum masih berada di zona negatif, mengindikasikan bahwa para penjual masih memegang keunggulan.
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.
Tinjauan analitis InstaSpot akan membuat Anda menyadari sepenuhnya tren pasar! Sebagai klien InstaSpot, Anda dilengkapi dengan sejumlah besar layanan gratis untuk trading yang efisien.