empty
 
 
id
Bantuan
Pembukaan akun instan
Platform Trading
Deposit/Penarikan

19.06.202607:03 Forex Analysis & Reviews: Strategi Intraday untuk Trader Pemula pada 19 Juni

Relevan hingga 00:00 2026-06-20 UTC--4

Para trader akhirnya menyadari bahwa Federal Reserve AS, di bawah kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh, tidak lagi berada dalam suasana bercanda.

Kebijakan Fed yang bernada hawkish mengancam akan memicu bullish breakout baru pada dolar AS, yang secara signifikan mengimbangi efek penekan dari kesepakatan AS–Iran. Dengan latar belakang pernyataan Fed terbaru yang mengisyaratkan berlanjutnya kebijakan moneter ketat, dolar AS menunjukkan tanda-tanda potensi bullish breakout. Sinyal-sinyal ini makin jelas, karena Fed tampak bertekad untuk menaikkan suku bunga dengan lebih agresif dan dalam jangka waktu yang lebih panjang guna memerangi inflasi.

Di satu sisi, setiap kesepakatan yang mampu meredakan ketegangan antara AS dan Iran dapat memberikan efek penahan terhadap dolar, melalui penurunan harga energi dan berkurangnya risiko geopolitik. Namun, dalam konteks saat ini, efek tersebut diperkirakan hanya kecil dibandingkan dengan daya dorong yang dapat diberikan kebijakan Fed terhadap dolar. Biaya pinjaman yang lebih tinggi di AS, sebagai hasil pengetatan kebijakan moneter, membuat aset-aset Amerika lebih menarik bagi investor global, mendorong arus masuk modal dan pada akhirnya memperkuat dolar.

Rilis data indeks harga produsen Jerman hari ini, meski dinantikan dengan minat yang meningkat, kecil kemungkinannya menjadi lokomotif penguatan euro. Secara tradisional, angka inflasi grosir yang kuat dipandang sebagai pendahulu kemungkinan pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral. Namun, Bank Sentral Eropa sudah bereaksi minggu lalu, dan dalam konteks saat ini, bahkan deviasi positif dari prediksi rata-rata ekonom sekalipun dapat tertutupi oleh spektrum faktor makroekonomi yang lebih luas.

Kalaupun indeks harga produsen menunjukkan dinamika positif yang tak terduga, pasar kemungkinan akan memandangnya sebagai fenomena sementara atau sebagai sinyal bahwa produsen tengah berupaya mengalihkan kenaikan biaya kepada konsumen.

Terkait pound, data penjualan ritel Inggris diperkirakan akan dirilis. Data ini akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah jangka pendek pasangan GBP/USD. Angka yang lemah, yang mengindikasikan perlambatan permintaan konsumen, dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi Inggris dan berdampak negatif pada pound Inggris. Dalam skenario seperti itu, penurunan GBP/USD kemungkinan akan berakselerasi, karena para trader mungkin lebih memilih mengamankan posisi mereka ke aset yang lebih aman.

Tak kalah penting adalah data nilai bersih dana yang dipinjam dari sektor publik. Peningkatan defisit anggaran atau tingkat utang yang tak terduga tingginya dapat menimbulkan kekhawatiran mengenai stabilitas fiskal Inggris. Hal ini, pada akhirnya, dapat memicu aksi jual obligasi Inggris dan akibatnya melemahkan mata uang nasional.

Jika data sejalan dengan ekspektasi para ekonom, lebih baik bertindak berdasarkan strategi Mean Reversion. Jika data jauh berada di atas atau di bawah ekspektasi para ekonom, maka strategi Momentum adalah pilihan yang paling tepat.

Strategi Momentum (saat breakout):

Untuk Pasangan EUR/USD

  • Posisi long saat breakout 1,1450 dapat mendorong kenaikan euro menuju 1,1485 dan 1,1527;
  • Posisi short saat breakout 1,1430 dapat mendorong penurunan euro menuju 1,1414 dan 1,1385;

Untuk Pasangan GBP/USD

  • Posisi long saat breakout 1,3207 dapat mendorong kenaikan pound menuju 1,3249 dan 1,3285;
  • Posisi short saat breakout 1,3168 dapat mendorong penurunan pound menuju 1,3131 dan 1,3097;

Untuk Pasangan USD/JPY

  • Posisi long saat breakout 161,56 dapat mendorong kenaikan dolar menuju 161,83 dan 162,04;
  • Posisi short saat breakout 161,30 dapat mendorong penurunan dolar menuju 161,10 dan 160,90;

Strategi Mean Reversion (saat reversal):

Exchange Rates 19.06.2026 analysis

Untuk Pasangan EUR/USD

  • Posisi short akan dicari setelah kegagalan breakout di atas 1,1460 dan harga kembali turun ke bawah level ini;
  • Posisi long akan dicari setelah kegagalan breakout di bawah 1,1423 dan harga kembali naik ke level ini;
Exchange Rates 19.06.2026 analysis

Untuk Pasangan GBP/USD

  • Posisi short akan dipertimbangkan setelah kegagalan breakout di atas 1,3202 dan harga kembali turun di bawah level ini;
  • Posisi long akan dipertimbangkan setelah kegagalan breakout di bawah 1,3161 dan harga kembali naik ke level ini;
Exchange Rates 19.06.2026 analysis

Untuk Pasangan AUD/USD

  • Posisi short akan dipertimbangkan setelah kegagalan breakout di atas 0,7015 ketika harga kembali turun menembus level ini;
  • Posisi long akan dipertimbangkan setelah kegagalan breakout di bawah 0,6987 ketika harga kembali naik mencapai level ini;
Exchange Rates 19.06.2026 analysis

Untuk Pasangan USD/CAD

  • Posisi short akan dipertimbangkan setelah kegagalan breakout di atas 1,4170 jika harga kembali turun ke bawah level ini;
  • Posisi long akan dipertimbangkan setelah kegagalan breakout di bawah 1,4125 jika harga kembali naik ke level ini;

*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.

Miroslaw Bawulski,
Analytical expert of InstaSpot
© 2007-2026
Manfaat dari rekomendasi para analis saat ini
Akun trading teratas
Buka akun trading

Tinjauan analitis InstaSpot akan membuat Anda menyadari sepenuhnya tren pasar! Sebagai klien InstaSpot, Anda dilengkapi dengan sejumlah besar layanan gratis untuk trading yang efisien.

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.