Legenda tim InstaSpot!
Legenda! Anda pikir legenda adalah retorika yang bombastis? Lalu, bagaimana menyebut seorang pria, seorang Asia pertama yang memenangkan kejuaraan catur dunia junior pada usia 18 tahun, dan yang menjadi Grandmaster India pertama pada usia 19 tahun? Itulah awal perjalanan yang sulit dalam meraih gelar Juara Dunia bagi Viswanathan Anand, pria yang menjadi bagian dari sejarah catur untuk selamanya. Sekarang, satu lagi legenda masuk ke dalam tim InstaSpot!
Borussia merupakan salah satu klub sepakbola paling terkenal di Jerman, yang telah berulang kali membuktikan pada para penggemarnya: semangat kompetisi dan kepemimpinan pasti akan mengarah pada kesuksesan. Lakukan trading dengan cara yang sama seperti para profesional olahraga: percaya diri dan aktif. Gunakan "kunci" dari Borussia FC dan jadilah yang terdepan bersama InstaSpot!
Indeks saham AS ditutup bervariasi kemarin. S&P 500 turun 0,57%, Nasdaq 100 melemah 1,15%, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,64%.
Pasar obligasi menguat, demikian pula emas, sementara harga minyak jatuh untuk hari keempat berturut‑turut. Brent sudah menurun di bawah $79 per barel, kehilangan sekitar 15% selama empat sesi perdagangan.
Logika di balik pergerakan pasar sederhana: jika minyak tetap di bawah $80, kejutan inflasi akibat penutupan Selat Hormuz akan mulai mereda dengan cepat. Pada Mei, saat minyak di atas $95, CPI AS mencapai 4,2%—tertinggi sejak 2023—dan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Desember melebihi 80%. Gambaran kini berubah. Tampak jelas ekspektasi kenaikan suku bunga akan memudar seiring meredanya inflasi energi, dan itulah skenario yang mulai dipatok pasar.
Intrik sentral hari ini adalah pertemuan Federal Reserve pertama di bawah kepemimpinan Ketua Kevin Warsh. Tidak diharapkan ada perubahan suku bunga, tetapi pasar ingin mengetahui bagaimana ketua baru akan berkomunikasi dengan investor dan bagaimana retorikanya mencerminkan latar belakang perubahan harga minyak.
Pandangan mengenai suku bunga sangat terpecah. PGIM memperkirakan tiga kali kenaikan suku bunga tahun ini; BNP Paribas juga memproyeksikan tiga kenaikan dimulai pada Desember, sementara Citigroup memprediksi pemangkasan pada akhir tahun. Penyebaran perkiraan seperti ini langka bagi The Fed dan menjadi sumber volatilitas tersendiri. Pertanyaan kedua yang akan diajukan pasar kepada Warsh adalah apakah ia berniat memangkas neraca The Fed; ia sebelumnya berjanji untuk melakukannya.
Di lain pihak, seperti tercatat di atas, emas menguat—naik lebih dari 6% selama empat sesi. Logam ini mendapat manfaat dari dua faktor sekaligus: meredanya ekspektasi inflasi menghilangkan kepala angin utama, dan dolar yang lebih lemah membuat harga emas lebih murah bagi pembeli internasional. Jika Warsh memberi sinyal nada dovish malam ini, emas bisa menambah kenaikannya.
Gambaran teknikal untuk S&P 500 menunjukkan bahwa tugas segera bagi pembeli hari ini adalah menembus resistance di $7.544. Jika berhasil, itu akan menunjukkan momentum ke atas dan membuka jalur menuju $7.574. Bertahan di atas $7.604 akan semakin mengokohkan posisi pembeli. Jika selera risiko melemah dan pasar bergerak turun, pembeli harus mempertahankan area $7.518. Penembusan di bawah level itu akan dengan cepat mendorong indeks kembali ke $7.494 dan membuka jalan ke $7.474.
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.
Tinjauan analitis InstaSpot akan membuat Anda menyadari sepenuhnya tren pasar! Sebagai klien InstaSpot, Anda dilengkapi dengan sejumlah besar layanan gratis untuk trading yang efisien.