Legenda tim InstaSpot!
Legenda! Anda pikir legenda adalah retorika yang bombastis? Lalu, bagaimana menyebut seorang pria, seorang Asia pertama yang memenangkan kejuaraan catur dunia junior pada usia 18 tahun, dan yang menjadi Grandmaster India pertama pada usia 19 tahun? Itulah awal perjalanan yang sulit dalam meraih gelar Juara Dunia bagi Viswanathan Anand, pria yang menjadi bagian dari sejarah catur untuk selamanya. Sekarang, satu lagi legenda masuk ke dalam tim InstaSpot!
Borussia merupakan salah satu klub sepakbola paling terkenal di Jerman, yang telah berulang kali membuktikan pada para penggemarnya: semangat kompetisi dan kepemimpinan pasti akan mengarah pada kesuksesan. Lakukan trading dengan cara yang sama seperti para profesional olahraga: percaya diri dan aktif. Gunakan "kunci" dari Borussia FC dan jadilah yang terdepan bersama InstaSpot!
Pound sterling memasuki minggu baru dalam kondisi yang bahkan lebih suram dibanding euro. Sementara euro kehilangan sekitar 150–160 poin, pound telah anjlok sekitar 300 poin. Dapat dikatakan bahwa krisis politik yang sedang berlangsung di Inggris memperburuk situasi bagi mata uang Inggris; namun, menurut saya, ini hanya dijadikan alasan. Pengunduran diri pemerintah ataupun perubahan arah politik atau ekonomi bukan termasuk krisis saat ini, dan sejauh ini hal itu belum menimbulkan konsekuensi ekonomi yang signifikan. Menurut pandangan saya, kegagalan pound semata-mata harus dikaitkan dengan faktor geopolitik.
Dengan demikian, ulasan EUR/USD sudah cukup untuk memahami apa yang dapat diantisipasi pembaca saya pada minggu depan. Namun, pound juga memiliki "faktor tambahan" yang mungkin sudah mulai berperan. Pada hari Rabu, 20 Mei, laporan inflasi Inggris untuk bulan April akan dirilis, dan signifikansinya mungkinmembingungkan pelaku pasar dan pound sterling. Berbeda dengan keyakinan umum bahwa inflasi pasti naik di sebagian besar negara akibat krisis energi dan lonjakan harga minyak serta gas, inflasi Inggris justru mungkin turun kembali ke "level pra-perang". Para ekonom memperkirakan pertumbuhan harga konsumen melambat ke 3%, yang pernah tercatat pada Januari dan Februari 2026. Alasan perlambatan inflasi kurang penting. Namun, saya meyakini pasar mungkin sudah memasukkan faktor ini ke dalam harga bahkan sejak minggu lalu.
Jika inflasi di Inggris tidak meningkat (dan kesimpulan ini dapat ditarik dari hasil bulan April), Bank of England mungkin akan kembali ke sikap kebijakan moneter yang lebih akomodatif. Mungkin bukan pada musim panas, tetapi pada paruh kedua 2026, BoE mungkin melakukan satu atau dua kali lagi penurunan suku bunga. Sementara itu, pejabat Bank Sentral Eropa menegaskan bahwa suku bunga di Zona Euro mungkin dinaikkan sedini bulan Juni, dan Federal Reserve kecil kemungkinan akan melakukan satu kali pun pelonggaran hingga akhir tahun. Ini berarti Bank of England dapat menjadi satu-satunya bank sentral di antara "Tiga Besar" yang berfokus pada pelonggaran, bukan pengetatan. Ini adalah alasan berkurangnya permintaan terhadap pound sterling, yang mungkin sudah diperhitungkan pasar. Inflasi, geopolitik, serta kebijakan moneter FOMC dan BoE merupakan alasan kuat untuk mempertahankan pandangan bearish. Pola gelombang juga mengindikasikan pembentukan satu set gelombang menurun yang berpotensi menjadi impulsif.
Berdasarkan analisis EUR/USD, saya menyimpulkan bahwa instrumen ini masih berada dalam segmen tren naik (gambar bawah) dan, dalam jangka pendek, berada dalam struktur korektif. Set gelombang korektif a-b-c tampaknya sudah selesai. Dengan demikian, gelombang 3 dalam C mungkin telah dimulai, dengan target yang meluas hingga ke angka 14. Jika hitungan gelombang saat ini benar, keseluruhan gelombang C dapat menyelesaikan strukturnya jauh di bawah angka 14. Namun, skenario seperti itu akan membutuhkan dukungan geopolitik yang kuat.
Gambaran gelombang untuk instrumen GBP/USD menjadi semakin jelas seiring waktu. Sekarang kita dapat melihat dengan jelas sebuah struktur naik pada grafik yang telah selesai. Karena itu, saya memperkirakan pembentukan satu set gelombang meurun yang mungkin bersifat impulsif dan bertepatan dengan struktur impulsif pada instrumen EUR/USD. Konsekuensinya, setelah penurunan 300 poin, kita bisa mengantisipasi gelombang korektif, kemudian diikuti penurunan baru menuju angka 30–31. Sebelumnya saya telah memberikan peringatan atas penurunan baru untuk pound, tetapi saat itu saya memperkirakan adanya koreksi terlebih dahulu. Namun, realitas pahit menunjukkan bahwa hal ini mungkin termanifestasi sebagai struktur impuls penuh, mengingat kuatnya gelombang pertamanya.
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.
Tinjauan analitis InstaSpot akan membuat Anda menyadari sepenuhnya tren pasar! Sebagai klien InstaSpot, Anda dilengkapi dengan sejumlah besar layanan gratis untuk trading yang efisien.