empty
 
 
id
Bantuan
Pembukaan akun instan
Platform Trading
Deposit/Penarikan

28.04.202614:43 Forex Analysis & Reviews: Emas melemah saat harga minyak menembus $111 dan Trump menyatakan skeptisisme terhadap Iran

Exchange Rates 28.04.2026 analysis

Dalam beberapa hari terakhir, lantai bursa sangat sensitif terhadap memburuknya situasi geopolitik dan ekspektasi suku bunga. Pada hari Selasa, emas mencatat penurunan terbesar dalam tiga minggu. Harga minyak yang tinggi menambah tekanan: pasar sedang memasukkan kemungkinan inflasi yang lebih tinggi dan menilai kembali bagaimana konflik di Timur Tengah dapat memengaruhi kebijakan moneter.

Pada pukul 07.46 GMT, harga emas spot turun 1,1% menjadi $4.628 per ounce — level terendah sejak 7 April. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni juga turun 1,1% menjadi $4.642,90.

Ini merupakan sinyal penting bagi para trader: biasanya emas diuntungkan oleh naiknya premi geopolitik dan lemahnya dolar, tetapi kali ini faktor-faktor yang terkait dengan prospek suku bunga tetap atau lebih ketat mengalahkan dukungan tersebut.

President Trump dan para penasihat keamanan nasionalnya tidak menyetujui proposal Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Menurut Wall Street Journal, inisiatif tersebut berpotensi menunda perundingan program nuklir Iran, tetapi Gedung Putih menolaknya. Tanggapan resmi diperkirakan akan segera muncul.

Lalu apa isi proposal tersebut? Axios sebelumnya melaporkan bahwa Iran siap membuka kembali Selat Hormuz, asalkan Washington mencabut blokade terhadap kapal-kapal yang menuju dan berangkat dari pelabuhan Iran. Karena konflik, arus harian melalui jalur strategis yang sangat penting ini turun mendekati nol, menghantam arus minyak mentah, gas alam, dan produk olahan — dan turut mendorong kenaikan harga minyak pada hari Selasa.

Mark Loeffert, trader di Heraeus Precious Metals, menulis dalam sebuah catatan riset bahwa perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu sementara blokade Hormuz tetap diberlakukan "meningkatkan ketidakpastian di pasar." Skenarionya menunjukkan bahwa perpaduan antara stagnasi ekonomi dan kenaikan harga dapat, seiring waktu, menciptakan kondisi bagi rally emas jangka panjang.

Pada saat yang sama, dinamika saat ini justru menunjukkan sisi sebaliknya: ketegangan geopolitik telah meningkatkan risiko terhadap pasokan energi, memperkuat kekhawatiran inflasi dan meningkatkan kemungkinan bank sentral mempertahankan suku bunga atau bahkan menaikkannya. Akibatnya, aset tanpa imbal hasil terpukul — emas telah kehilangan sekitar 12% sejak konflik dimulai pada akhir Februari.

Exchange Rates 28.04.2026 analysis

Edward Meir dari Marex menyatakan: "Jika tercapai sebuah kesepakatan — atau bahkan kesepakatan sementara — antara AS dan Iran, dolar kemungkinan akan melemah, yang dapat mendukung harga emas."

Di sisi lain, kenaikan harga minyak dapat mempercepat inflasi dengan mendorong naik biaya transportasi dan produksi, sehingga meningkatkan peluang kenaikan suku bunga. Meskipun emas sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi membuat aset dengan imbal hasil menjadi lebih menarik dan mengurangi permintaan terhadap logam yang tidak memberikan imbal hasil ini.

Minggu ini, pendorong utama pasar akan berasal dari keputusan bank sentral. Para pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan level suku bunga pada hari Rabu setelah pertemuan dua harinya.

Perhatian tambahan juga tertuju pada bank sentral lainnya:

  1. Bank of Japan pada hari Selasa mempertahankan suku bunga acuannya di 0,75%, tetapi adanya suara yang berbeda pendapat mengindikasikan kemungkinan besar kenaikan suku bunga pada Juni dan mencerminkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang berasal dari konflik di Timur Tengah.
  2. Keputusan dari Bank Sentral Eropa, Bank of England dan Bank of Canada juga masih dinantikan.

Bagi para trader, hasil akhirnya merupakan perpaduan dua kekuatan yang saling berlawanan: risiko geopolitik dan potensi pelemahan dolar dapat mendukung emas dalam jangka menengah, tetapi dalam jangka pendek, ekspektasi inflasi dan suku bunga masih menjadi faktor dominan dan membuat logam tanpa imbal hasil menjadi kurang menarik.

Andreeva Natalya,
Analytical expert of InstaSpot
© 2007-2026
Manfaat dari rekomendasi para analis saat ini
Akun trading teratas
Buka akun trading

Tinjauan analitis InstaSpot akan membuat Anda menyadari sepenuhnya tren pasar! Sebagai klien InstaSpot, Anda dilengkapi dengan sejumlah besar layanan gratis untuk trading yang efisien.

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.