Tim kami memiliki lebih dari 7.000.000 trader!
Setiap harinya kami bekerja sama untuk meningkatkan trading. Kami memperoleh hasil tinggi dan terus bergerak maju.
Pengakuan dari jutaan trader diseluruh dunia merupakan apresiasi terbaik dari kerja kami! Anda membuat pilihan anda dan kami akan melakukan semua yang dibutuhkan untuk memenuhi ekspektasi anda!
We are a great team together!
InstaSpot. Bangga bekerja bersama anda!
Seorang Aktor, juara 6 turnamen UFC dan pahlawan sesungguhnya!
Pria yang berhasil. Pria yang berusaha keras.
Rahasia dibalik kesuksesan Taktarov adalah pergerakan konstan menuju target.
Tunjukkan seluruh sisi dari bakat anda!
Temukan, coba, gagal - namun jangan pernah berhenti!
InstaSpot. Cerita sukses anda dimulai disini!
Pasangan euro/dolar memulai pekan perdagangan hampir di level penutupan hari Jumat (penutupan 1,1515, pembukaan 1,1522), yang menandakan sikap wait and see dari para pelaku pasar. Kewaspadaan semacam ini sepenuhnya dapat dimaklumi, mengingat peristiwa penting mendatang. Lagipula, besok, 7 April, batas waktu ultimatum Trump kepada Iran akan berakhir.
Kemarin, Presiden AS menyampaikan pernyataan yang bisa dibilang paling agresif sejak dimulainya konflik di Teluk Persia. Dengan menggunakan bahasa kasar, pemimpin Gedung Putih itu menetapkan tanggal baru untuk dimulainya operasi udara berskala besar — "Selasa, pukul 08.00 malam ET", yaitu 7 April pukul 20.00 Waktu Bagian Timur AS. Ia juga secara eksplisit mengancam Iran akan menghancurkan infrastruktur sipil jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali sebelum tenggat waktu yang ditetapkan.
Perlu diingat bahwa tenggat sebelumnya berakhir pada hari Senin — dengan kata lain, Donald Trump menunda ultimatum tersebut untuk ketiga kalinya. Di saat yang sama ketika mengeluarkan ancaman, ia tetap bersikeras bahwa proses negosiasi masih berlangsung: dalam wawancara dengan Fox News, ia mengatakan bahwa Iran terus bernegosiasi dan ada peluang yang cukup besar untuk mencapai kesepakatan dalam beberapa hari ke depan.
Ini sebabnya mengapa para trader EUR/USD bersikap hati-hati pada awal pekan perdagangan yang baru. Terlepas dari retorika agresif Trump, dolar tidak banyak diminati sebagai mata uang safe haven, terutama dengan latar belakang bocoran informasi yang saling bertentangan dari media global berpengaruh.
Secara khusus, Axios melaporkan bahwa AS, Iran, dan beberapa mediator regional (Pakistan, Turki, dan Mesir) sedang membahas syarat-syarat gencatan senjata selama 45 hari "yang dapat mengarah pada berakhirnya perang secara definitif." Para mediator mengusulkan gencatan senjata dua tahap: pada tahap pertama "senjata dibungkam", dan pada tahap kedua para pihak berupaya menyelesaikan isu-isu kunci penyelesaian (pembukaan kembali Selat Hormuz, program rudal Iran, nasib uranium yang sangat diperkaya, dan lain-lain). Namun, sumber-sumber Axios mengakui bahwa peluang untuk mencapai kesepakatan parsial dalam 48 jam (yaitu sebelum ultimatum Trump berakhir) cukup kecil.
Kendati demikian, sekalipun peluang gencatan senjata tipis, para trader enggan membuka posisi beli dolar dalam jumlah besar. Taruhannya sangat tinggi: seperti diakui para peserta perundingan, ini adalah kesempatan terakhir untuk mencegah "eskalasi perang dramatis," yang akan mencakup serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi Iran dan aksi balasan Teheran (serangan terhadap instalasi desalinasi dan infrastruktur lain di negara-negara Teluk Persia).
Saat ini, situasinya masih menggantung. Keseimbangan bisa bergeser ke salah satu arah. Menurut perwakilan resmi Iran, Teheran memang telah menerima proposal gencatan senjata dari AS melalui Pakistan. Reuters melaporkan bahwa Iran tidak menolak uluran tangan tersebut — untuk saat ini tawaran AS "sedang dipertimbangkan." Namun, perwakilan Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan mengambil keputusan di bawah tekanan atau dalam batas waktu yang dipaksakan.
Dengan kata lain, ketidakpastian masih berlanjut. Donald Trump sudah tiga kali menunda tenggat ultimatumnya — dan, seperti yang kita lihat, pasar menafsirkan perilaku ini sebagai konfirmasi adanya negosiasi jalur belakang. Pada saat yang sama, tidak dapat dikesampingkan bahwa taktik presiden mungkin merupakan upaya untuk membeli waktu guna mempersiapkan serangan udara besar-besaran dan mungkin operasi darat (khususnya, perebutan Pulau Kharg milik Iran).
Di tengah ketidakpastian seperti ini, keputusan trading apa pun pada EUR/USD terlihat berisiko, terutama hari ini, ketika banyak negara Eropa dan AS merayakan Easter Monday (bursa-bursa utama tutup).
Secara garis besar, para pelaku pasar valuta asing (termasuk trader EUR/USD) berada di persimpangan: jika perundingan jalur belakang gagal, dolar akan kembali sangat diminati sebagai aset safe haven. Jika para pihak menyepakati gencatan senjata sementara, selera risiko akan meningkat, dan rilis data makroekonomi akan kembali menjadi fokus.
Sebagai pengingat: pekan ini, data final PDB AS kuartal IV dan indikator inflasi utama — indeks PCE inti dan CPI — akan dipublikasikan. Selain itu, pekan ini kita juga akan melihat risalah rapat The Fed bulan Maret (dirilis pada hari Rabu) dan PMI Jasa ISM. Semua rilis ini akan menentukan sentimen trading, tetapi hanya jika senjata di Timur Tengah benar-benar bungkam. Untuk saat ini, ketegangan masih bertahan, sehingga dalam kondisi sekarang lebih bijak untuk berhenti sejenak dan tetap berada di luar pasar.
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.
Tinjauan analitis InstaSpot akan membuat Anda menyadari sepenuhnya tren pasar! Sebagai klien InstaSpot, Anda dilengkapi dengan sejumlah besar layanan gratis untuk trading yang efisien.