Legenda tim InstaSpot!
Legenda! Anda pikir legenda adalah retorika yang bombastis? Lalu, bagaimana menyebut seorang pria, seorang Asia pertama yang memenangkan kejuaraan catur dunia junior pada usia 18 tahun, dan yang menjadi Grandmaster India pertama pada usia 19 tahun? Itulah awal perjalanan yang sulit dalam meraih gelar Juara Dunia bagi Viswanathan Anand, pria yang menjadi bagian dari sejarah catur untuk selamanya. Sekarang, satu lagi legenda masuk ke dalam tim InstaSpot!
Borussia merupakan salah satu klub sepakbola paling terkenal di Jerman, yang telah berulang kali membuktikan pada para penggemarnya: semangat kompetisi dan kepemimpinan pasti akan mengarah pada kesuksesan. Lakukan trading dengan cara yang sama seperti para profesional olahraga: percaya diri dan aktif. Gunakan "kunci" dari Borussia FC dan jadilah yang terdepan bersama InstaSpot!
Kemarin, indeks saham ditutup menguat. S&P 500 naik sebesar 0,72%, sementara Nasdaq 100 melonjak 1,16%. Dow Jones Industrial Average menguat 0,48%.
Namun, pagi ini menghadirkan gambaran yang sangat berbeda. Pasar, yang merasakan datangnya tantangan baru, tiba-tiba berubah arah. Futures pada indeks-indeks utama AS anjlok, mengisyaratkan potensi kerugian selama sesi perdagangan utama. Pada saat yang sama, harga obligasi, yang secara tradisional dipandang sebagai aset yang lebih aman, meningkat. Perubahan tren ini menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang secara fundamental mengubah ekspektasi terhadap kebijakan Timur Tengah.
Alih-alih memberi isyarat de-eskalasi dan upaya mencari penyelesaian damai, Trump berjanji tidak akan mengurangi aksi militer terhadap Iran, tetapi justru akan beralih ke pengeboman yang lebih agresif. Pernyataan mengenai kemungkinan serangan terhadap infrastruktur energi sangat mengkhawatirkan. Retorika yang mengandung sinyal eskalasi tersebut seketika memukul sentimen pasar, memicu arus keluar modal dari aset berisiko dan rotasi ke instrumen defensif.
Baru kemarin, reli di pasar Treasury senilai $31 triliun terhenti setelah data ekonomi menunjukkan peningkatan yang stabil dalam lapangan kerja dan belanja konsumen, yang mengurangi prospek bahwa perang Iran akan berakhir dan dengan demikian membuka jalan bagi pemangkasan suku bunga The Fed. Pada penutupan pasar, imbal hasil Treasury nyaris tidak berubah setelah sebelumnya sempat turun secara intraday, ketika Brent sempat jatuh di bawah $100 per barel.
Perkembangan di Timur Tengah hari ini hampir pasti akan mendorong kenaikan tajam harga obligasi dan penurunan imbal hasil.
Di pasar lain, minyak Brent melonjak 6,6% dan mendekati $108 per barel karena perang praktis menutup Selat Hormuz, jalur transit utama pasokan dari Timur Tengah, sehingga mengurangi volume pasokan yang tersedia. Emas jatuh dari sekitar $4.800 menjadi kurang lebih $4.550 karena ekspektasi bahwa eskalasi baru ini dapat memaksa peninjauan kembali kebijakan moneter The Fed.
Untuk gambaran teknikal S&P 500, tugas utama pembeli hari ini adalah menembus level resistance terdekat di $6.490. Keberhasilan di level ini akan membantu indeks mendapatkan momentum kenaikan dan dapat membuka jalan untuk dorongan menuju $6.505. Sama pentingnya bagi pihak bullish adalah mempertahankan kontrol di atas $6.520, yang akan memperkuat posisi pembeli. Jika terjadi pergerakan turun seiring menurunnya selera risiko, pembeli harus mampu bertahan di sekitar $6.473. Penembusan di bawah level tersebut berpotensi dengan cepat mendorong instrumen kembali ke $6.457 dan membuka jalan menuju $6.441.
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.
Tinjauan analitis InstaSpot akan membuat Anda menyadari sepenuhnya tren pasar! Sebagai klien InstaSpot, Anda dilengkapi dengan sejumlah besar layanan gratis untuk trading yang efisien.