Tim kami memiliki lebih dari 7.000.000 trader!
Setiap harinya kami bekerja sama untuk meningkatkan trading. Kami memperoleh hasil tinggi dan terus bergerak maju.
Pengakuan dari jutaan trader diseluruh dunia merupakan apresiasi terbaik dari kerja kami! Anda membuat pilihan anda dan kami akan melakukan semua yang dibutuhkan untuk memenuhi ekspektasi anda!
We are a great team together!
InstaSpot. Bangga bekerja bersama anda!
Seorang Aktor, juara 6 turnamen UFC dan pahlawan sesungguhnya!
Pria yang berhasil. Pria yang berusaha keras.
Rahasia dibalik kesuksesan Taktarov adalah pergerakan konstan menuju target.
Tunjukkan seluruh sisi dari bakat anda!
Temukan, coba, gagal - namun jangan pernah berhenti!
InstaSpot. Cerita sukses anda dimulai disini!
Emas mempertahankan momentum kenaikannya. Kekhawatiran baru akan perang dagang, dikombinasikan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menjadi pemicu utama yang mendukung emas sebagai aset safe haven dan memperkuat prospek positifnya.
Presiden AS Donald Trump, setelah putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang menentang langkah tarif luas yang ia ajukan, mengumumkan program baru dan memberlakukan tarif 15%—tarif maksimum yang diizinkan secara hukum—atas impor ke Amerika Serikat. Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan tindakan balasan serta risiko ekonomi yang timbul dari gangguan rantai pasokan global, yang melemahkan selera risiko dan kembali memicu minat terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai.
Data hari Jumat menunjukkan Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) AS naik 2,9% secara tahunan. Ukuran inti, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, naik 3,0% secara tahunan, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan bulan Maret mendatang. Namun, pelaku pasar masih memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin sepanjang tahun ini.
Ekspektasi tersebut didukung oleh data Produk Domestik Bruto (GDP) AS yang lemah: pada kuartal keempat, perekonomian hanya tumbuh 1,4% secara tahunan, dibandingkan 4,4% pada kuartal ketiga, di tengah penutupan pemerintahan (government shutdown) yang mencapai rekor. Bersama dengan ketidakpastian perdagangan, hal ini menekan dolar AS dan dengan demikian mendukung harga emas.
Selain itu, risiko konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran turut berkontribusi pada kenaikan harga logam mulia tersebut. Pembicaraan antara AS dan Iran dijadwalkan pada hari Kamis. Jika upaya diplomatik gagal membendung ambisi nuklir Teheran, Presiden Trump dapat mengambil tindakan yang lebih luas dan melancarkan serangan militer terhadap Iran dalam beberapa hari mendatang.
Dari perspektif teknikal, emas telah menembus di atas level 5100, yang membuka jalan menuju rekor tertinggi baru, dengan potensi jeda di sekitar level 5400. Oscillator pada grafik harian tetap positif, yang mengindikasikan bahwa jalur dengan hambatan paling kecil bagi logam kuning ini masih mengarah ke kenaikan.
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.
Tinjauan analitis InstaSpot akan membuat Anda menyadari sepenuhnya tren pasar! Sebagai klien InstaSpot, Anda dilengkapi dengan sejumlah besar layanan gratis untuk trading yang efisien.