Legenda tim InstaSpot!
Legenda! Anda pikir legenda adalah retorika yang bombastis? Lalu, bagaimana menyebut seorang pria, seorang Asia pertama yang memenangkan kejuaraan catur dunia junior pada usia 18 tahun, dan yang menjadi Grandmaster India pertama pada usia 19 tahun? Itulah awal perjalanan yang sulit dalam meraih gelar Juara Dunia bagi Viswanathan Anand, pria yang menjadi bagian dari sejarah catur untuk selamanya. Sekarang, satu lagi legenda masuk ke dalam tim InstaSpot!
Borussia merupakan salah satu klub sepakbola paling terkenal di Jerman, yang telah berulang kali membuktikan pada para penggemarnya: semangat kompetisi dan kepemimpinan pasti akan mengarah pada kesuksesan. Lakukan trading dengan cara yang sama seperti para profesional olahraga: percaya diri dan aktif. Gunakan "kunci" dari Borussia FC dan jadilah yang terdepan bersama InstaSpot!
Hari ini, pasangan EUR/JPY menarik minat beli saat mengalami penurunan mendekati 177.85, menghentikan penurunan moderat dari rekor tertinggi yang dicapai sehari sebelumnya.
Pada awalnya, setelah rilis data inflasi konsumen yang lebih tinggi dari Tokyo, ibu kota Jepang, yen Jepang sedikit menguat, karena data tersebut mengonfirmasi perlunya Bank of Japan untuk terus memperketat kebijakan moneter. Namun, reaksi awal ini dengan cepat memudar, karena investor tetap tidak yakin tentang waktu kenaikan suku bunga berikutnya dari BOJ—terutama di tengah rumor bahwa Perdana Menteri baru negara itu, Sanae Takaichi, berniat untuk fokus pada pengeluaran fiskal besar-besaran dan menahan diri dari pengetatan moneter lebih lanjut. Hal ini menciptakan tekanan ke bawah pada yen dan membatasi apresiasinya, sementara secara bersamaan mendukung kekuatan pasangan EUR/JPY.
Di sisi euro, Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis meninggalkan suku bunga kuncinya tidak berubah pada 2%—untuk ketiga kalinya berturut-turut. ECB juga menyatakan bahwa sikap kebijakan saat ini tetap sesuai, karena ekonomi Zona Euro terus menunjukkan tanda-tanda stabilitas meskipun ada ketidakpastian perdagangan global, dan inflasi tetap mendekati target jangka menengah sebesar 2%. Faktor-faktor ini semakin membatasi tekanan ke bawah pada EUR/JPY dan memperkuat kemungkinan tren naik yang berkelanjutan. Oleh karena itu, setiap koreksi substansial dapat menjadi peluang beli yang baik, dan penurunan seperti itu kemungkinan akan tetap moderat.
Dari perspektif teknis, osilator pada grafik harian berada di wilayah positif, mengonfirmasi prospek bullish. Namun, perlu dicatat bahwa Indeks Kekuatan Relatif (RSI) mendekati zona overbought, menunjukkan kemungkinan koreksi jangka pendek sebelum pergerakan naik berikutnya.
Pasangan ini menghadapi resistensi pada rekor tertingginya, sementara dukungan berada di 177.85. Penurunan di bawah level ini akan membuka dukungan berikutnya pada EMA 9-hari mendekati 177.40. Jika pasangan ini jatuh lebih jauh—di bawah EMA 14-hari atau rendahnya hari sebelumnya—perkiraan bullish akan dibatalkan.
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.
Tinjauan analitis InstaSpot akan membuat Anda menyadari sepenuhnya tren pasar! Sebagai klien InstaSpot, Anda dilengkapi dengan sejumlah besar layanan gratis untuk trading yang efisien.